animasi teks berjalan

Kenanga Fish Aquatic

Minggu, 15 Februari 2026

Sejarah Channa Pulchra



Channa pulchra direkomendasikan untuk pemula yang ingin memulai hobi memelihara ikan predator. Perawatannya terbilang mudah. Meski demikian, kecantikannya tak kalah dari jenis Channa lainnya. Dengan pemilihan substrat yang tepat, warna pulchra bisa terlihat bersinar di dalam tank. (Prokal.co)

Channa pulchra adalah ikan dari keluarga Channidae. Pertama kali dideskripsikan oleh R. Britz yang ditemukan di Kyeintali chaung Basin di Rakhine Yoma Myanmar Barat. Ikan ini ditemukan di sungai yang berarus deras, jernih, beroksigen tinggi, dan relatif dingin (subtropis). Ikan ini mendapatkan popularitas sebagai ikan akuarium. (Wikipedia)


ikan ini termasuk Dwarf Snakehead (gabus kerdil) yang berukuran maksimal 25 cm up. Ikan ini berhabitat di Sungai Irrawady dan Sittang yang suhunya cenderung dingin karena berasal dari Penggunungan Himalaya. (Wikipedia)

Channa pulchra lebih sering bersembunyi di balik batu atau kayu di aliran sungai yang tenang. Di alam liar, Channa pulchra mengonsumsi ikan kecil, udang-udangan, serangga dan larva. (Wikipedia)


Kesan eksotis ikan asli perairan Myanmar itu begitu kuat. Selain sisiknya, ada keistimewaan tersendiri yang tak dimiliki jenis Channa lainnya. Siripnya diselimuti warna hitam dengan paduan putih. Pada bagian kepala, juga terlihat motif bintik. Sirip dadanya dihiasi corak setengah lingkaran berwarna putih. Memandangnya menjadi tak menjemukan. (Prokal.co)

Berkat paduan warnanya yang seperti merak, dipadu bentuk kepalanya yang mirip ular, ikan tersebut dijuluki peacock snakehead.(Prokal.co)

Agar warna pulchra semakin kentara, pemilihan substrat di dalam tank tak boleh asal-asalan. Direkomendasikan menggunakan substrat dengan warna terang seperti pasir bali dan pasir silika putih.Sebab, hal itu akan berkaitan dengan adaptasi morfologi sang ikan. ’’Kalau pakai substrat gelap seperti pasir malang, nanti warna pulchra-nya jadi pucat,’’ jelas perempuan yang juga kreator konten itu.(Prokal.co)


Penggunaan lampu juga harus diperhatikan jika ingin memiliki pulchra dengan warna terang. Sebisa mungkin pasanglah lampu putih dengan watt tidak terlalu tinggi. Peacock snakehead tidak betah berada di dalam air yang terlalu panas. Sebab, ikan itu berasal dari Myanmar dengan iklim subtropis. (Prokal.co)


Filter tank tak terlalu diperlukan bagi pulchra. Sebab, ia menyukai air yang tak bergelombang seperti di habitat alaminya. Pinggiran sungai Myanmar dengan arus tenang. Pulchra juga dapat hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah. Sebab, ia mampu mengambil oksigen dari udara. Karena tergolong ikan jumper atau pelompat, diperlukan penutup pada tank agar ikan tersebut lebih aman. Kesalahan pemula biasanya tank tidak dikasih penutup, akhirnya mati. (Prokal.co)


Jumat, 13 Februari 2026

Sejarah Channa Maru


Channa yang umumnya dikenal sebagai Snakeheads, menjadi salah satu jenis ikan gabus yang diminati para pecinta ikan hias. Spesies ikan ini termasuk ikan predator yang kebanyakan berasal dari perairan tropis, seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia. Channa adalah ikan predator primitif dari anggota keluar Channidae. Salah satu spesies yang dilirik para penghobi adalah Channa marulioides (Emperor Snakehead atau Cobra Snakehead). Ikan gabus ini mempunyai corak yang indah, berwarna oranye kekuningan di bagian bawah dan dominan hitam di bagian atasnya. Channa maruiloides, yang sering disebut sebagai Channa maru dapat tumbuh dengan ukuran maksimal 65 cm. Channa maru berasal dari Thailand Selatan, Malaysia, Kalimantan Timur, sebagian Kalimntan Barat, Sumatera Timur, Bangka Belitung, Samarinda, dan Kepulauan Sunda Besar. Channa marulioides mendiami sungai yang lebih besar dan danau pedalaman. Mirip dengan Channa micropeltes, Channa marulioides adalah salah satu dari sedikit Snakehead pelagis. (Kompas Tv)

Berbeda dengan kebanyakan Snakehead, spesies Chana maru cukup jinak dan toleran terhadap spesimen dari spesies yang sama atau ikan besar lainnya. Meskipun terhitung toleran, tingkat agresifitas dari Channa marulioides akan meningkat saat mencapai fase dewasa secara seksual. Ikan predator jenis ini ukurannya bisa sangat besar sehingga sebenarnya kurang cocok untuk dipelihara di akuarium. Tapi, jika ingin mempelihara pasangan dewasa maka diperlukan akuarium yang sangat besar. Cara memelihara Channa maru, atur suhu air sekitar 24-28 derajat celcius. Selain itu, diperlukan penyaringan air yang baik sebab jumlah makanan akan merusak air dengan cepat. Kesalahpahaman yang umum dipahami, ikan yang bernafas dengan udara hidup di air yang tergenang dan kotor di alam liar, sehingga kondisi air bersih tidak diperlukan di akuarium. Walaupun sebagian besar spesies ikan Channa ini dapat mentolerir berbagai kondisi air, tapi banyak yang mengalami penurunan saat kondisi air memburuk atau terjadi perubahan yang cepat. (Kompas Tv)

Inilah salah satu kesalahan yang sering dilakukan penghobi ikan hias pemula, melakukan perubahan air secara besar-besaran dan pengenalan akuarium yang terlalu cepat. Namun, melakukan penggantian air sebesar 15 persen seminggu seharusnya tidak menjadi masalah. Perlu diketahui, akuarium yang digunakan untuk memelihara Channa harus mempunyai penutup karena ikan ini cenderung ingin membebaskan diri. Penutup akuarium tetap harus memiliki celah udara antara permukaan airnya. (Kompas Tv)

Channa maru memakan makanan hidup, tapi ikan ini juga mau makanan beku, udang pasar, potongan ikan, bahkan pelet daging yang tenggelam. Disarankan untuk tidak memberikan makanan Channa marulioides berupa daging sapi atau daging ayam. Hal ini dikarenakan beberapa lipid dari sumber daging tidak dapat dimetabolisme dengan baik dan bisa menyebabkan timbunan lemak berlebih, bahkan degenerasi organ. Baca juga: Mengenal Ikan Toman, Ikan Predator yang Juga Dikenal sebagai Snakehead Snakehead muda perlu diberikan makan setiap hari saat sedang tumbuh. Namun saat ukurannya mencapai 30 cm, memberikan makan 2-4 kali seminggu sudah cukup. (Kompas Tv)

Budidaya ikan Channa maruiloides membutuhkan ruang sehingga disarankan untuk memperhatikan ukuran akuarium dengan jumlah ikan yang dipelihara. Disebutkan bahwa spesies ini berkembang biak pada bulan November. Nantinya, telur akan diletakkan di atas substrat terlebih dahulu, yang kemudian naik ke permukaan. (Kompas Tv)
Saat telah menetas, indukan akan menjaga anaknya dengan baik, bahkan bisa berenang mengelilingi anakannya. Selama periode tersebut, indukan akan menyerang apa pun yang bergerak di dalam atau di dekat akuarium, bahkan saat tidak cukup ruang bisa membuat sesama spesies yang dewasa saling menyerang. (Kompas Tv)




Sejarah Channa Auranti

 

Ikan channa auranti atau the golden cobra snakehead adalah spesies Channidae atau gabus. Channa berasal dari bahasa Latin channe, digunakan untuk merujuk pada spesies bertengger di laut yang tidak ditentukan. Sementara auranti kependekan dari aurantimaculata, berasal dari bahasa Latin aurantium, yang berarti oranye, dan maculatus, yang berarti 'bernoda, berbintik', mengacu pada pola warna spesies ini. (Kompas Tv)
Channa auranti memang bukan spesies ikan gabus terbesar. Namun, ukurannya tak bisa diremehkan karena ikan Channa auranti bisa tumbuh hingga mencapai panjang 40 sentimeter. Seperti spesies gabus lain, ia punya tubuh yang memanjang, sirip membulat, dan kepala yang mendatar seperti ular. Soal bobot, tercatat bobot maksimal ikan ini ada di angka 443.90 gram. Jadi, jika melihat dari ukurannya maka bisa disimpulkan kalau Channa auranti merupakan spesies ikan gabus berukuran sedang.(Idn Times)

Dilansir Aquadiction, Channa auranti termasuk salah satu spesies ikan gabus yang cukup populer sebagai peliharaan. Dalam hal ini, terdapat dua hal yang membuatnya sangat populer di kalangan pencinta ikan. Pertama, ikan ini punya perpaduan warna yang mencolok, yaitu hitam, abu-abu, jingga, dan kekuningan. Selain itu, kebiasaan dan perilakunya juga cukup unik dan menarik untuk diamati. (Idn Times)

Sebenarnya, ikan ini tak terlalu sulit untuk dipelihara, tapi kamu tak boleh memeliharanya secara sembarangan. Dalam hal ini, air di akuarium harus dijaga di suhu yang konstan antara 10 sampai 28 derajat Celsius. Kemudian, pH air juga harus stabil di 6.0 sampai 8.0. Ikan ini juga bisa menjadi agresif jadi ia tak terlalu cocok ditaruh di akuraium yang ramai. Terakhir, harga Channa auranti juga tak main-main karena ikan ini bisa dijual hingga mencapai harga Rp400 ribuan. (Idn Times)


Channa auranti adalah endemik lembah Sungai Brahmaputra di negara bagian Assam dan Arunachal Pradesh, India timur laut. Namun demikian, sekarang ini channa auranti telah dapat ditemukan di banyak daerah di benua Asia Tenggara. (Kompas Tv)

Dikutip Animalia, Channa auranti merupakan hewan endemik India. Tepatnya, ia hanya bisa ditemukan di Sungai Brahmaputra yang berlokasi di wilayah Assam. Karena hal tersebut, ikan ini juga sering disebut sebagai ikan gabus assam. (Idn Times)

Layaknya ikan gabus lain, ia merupakan ikan yang pemalas dan jarang berenang ke permukaan atau berkelana di sungai. Sebaliknya, ikan ini lebih sering bersantai di dasar perairan. Oleh sebab itu, ia cukup sulit dijumpai, entah oleh predator atau manusia. Terakhir, habitatnya yang sempit membuat ikan ini rawan akan kepunahan. (Idn Times)



Daerah di mana ikan channa auranti tinggal, memiliki iklim hutan hujan monsun tropis yang ditandai dengan curah hujan yang tinggi, kelembaban yang tinggi, dan suhu musim panas yang panas. (Kompas Tv)
Dilansir iNaturalist, Channa auranti merupakan spesies mouthbrooder, sama seperti spesies ikan gabus lain. Lebih lanjut, mouthbrooder merupakan ikan yang menjaga anak-anaknya di dalam mulut. Dalam hal ini, saat telur-telurnya menetas, individu jantan akan memasukan anak-anaknya ke dalam mulut. Nah, saat sedang menjaga, individu jantan akan jarang makan demi melindungi anak-anaknya. (Idn Times)

Tapi, ikan ini tak akan menjaga anak-anaknya selamanya. Saat anak-anaknya sudah cukup besar dan kuat maka ikan ini akan mengeluarkan mereka dari mulutnya. Jika hal tersebut terjadi, maka anakan Channa auranti harus belajar untuk hidup mandiri tanpa bantuan dari orang tuanya.

Ternyata, Channa auranti bukanlah ikan hias biasa. Sebaliknya, ia merupakan ikan gabus emas eksotis yang penuh dengan keunikan. Nah, keunikan-keunikan tersebut membuatnya berbeda dari spesies ikan gabus lain dan memberikannya ciri khas tersendiri. Karena hal tersebut, maka kamu tak boleh meremehkan ikan ini. Sebaliknya, kamu harus menjaga dan melindungi eksistensi ikan ini. (Idn Times)






Sejarah Channa Stritata


Channa striata atau yang dikenal sebagai gabus konsumsi memiliki nama yang diambil dari bahasa Burma sebagai ngayan ငါးရံ့ )Nga-mu porom dalam bahasa Meitei , xól/xol (শ'ল/শল) dalam bahasa Assam , Garai (गरई) dalam Bahasa India Utara, Maral atau Murrel (मरळ) dalam bahasa Marathi, saur (सौर) dalam bahasa Awadhi , [ 11 ] shol (শোল) dalam bahasa Bengali , "sol" (سول) dalam bahasa Urdu , Pakistan , Sheula (ଶେଉଳ) dalam bahasa Odia , varaal/kannan/braal/ (വരാല്, കണ്ണൻ,ബ്രാൽ) (dalam bahasa malayalam kerala ), India ; viral/mural/selumural/nedumural (dalam bahasa Tamil : விரால்,முறால்,செலுமுரல்,நெடுமுரல்) di Tamil Nadu , India ; Korramīnu /Korramatta ( Telugu : కొర్రమీను/కొర్రమట్ట ) di Andhra Pradesh dan Telangana , India ; Madenji ( Tulu : ಮಡೆಂಜಿ) di Tulu Nadu , India ; dan Loola ලූලා di Sri Lanka ; trey ross ( Khmer : ត្រីរ៉ស់), pla chon ( Thai : ปลาช่อน ) di Thailand ; [ 12 ] gabus di Indonesia ; haruan di Malaysia ; [ 13 ] dalak di Brunei dan haloan , aruan , haruan , dalam bahasa Melayu , cá lóc đồng dalam bahasa Vietnam , 生鱼, 泰国鳢 dalam bahasa Cina , halwan , bulig , dalag , turagsoy atau "mudfish" di Filipina . (Wikipedia)

Hewan ini umum ditemukan di dataran air tawar, di mana ia bermigrasi dari sungai dan danau ke lahan yang tergenang air. Kemudian, ia kembali ke badan air permanen pada musim kering, di mana ia bertahan hidup dengan menggali liang di lumpur.

Ikan ini adalah ikan bertulang dengan kerangka tulang rusuk endoskeleton, tumbuh hingga panjang satu meter, meskipun karena penangkapan ikan, ukuran ini jarang ditemukan di alam liar. Ia memiliki jangkauan yang luas meliputi Tiongkok selatan , Pakistan , sebagian besar India , Nepal selatan Bangladesh , Sri Lanka , dan sebagian besar Asia Tenggara . Baru-baru ini, ia diperkenalkan ke bagian terluar Indonesia , Filipina , dan Mauritius . (wikipedia)

Ikan Channa memiliki tubuh memanjang dan dibedakan oleh sirip punggungnya yang panjang serta mulut besar yang penuh gigi. Mereka mendapatkan nama umum Ikan Kepala Ular karena bentuknya yang pipih dan sisik di kepalanya yang mengingatkan pada sisik epidermis besar pada ular.

Ikan Channa memiliki insang untuk bernapas di dalam air seperti kebanyakan ikan lainnya. Namun, ikan Channa yang belum dewasa dan dewasa juga dapat bernapas di udara untuk melengkapi kebutuhan oksigen mereka. Ikan Channa sebenarnya adalah ikan yang wajib bernapas di udara dan harus mendapatkan udara dari permukaan, jika tidak, mereka akan tenggelam. Tidak seperti banyak ikan yang bernapas di udara lainnya, Channa memiliki serangkaian rongga di bagian belakang kepala mereka. Ruang suprabranchial ini diisi dengan jaringan berlipat yang memiliki luas permukaan tinggi, dan memungkinkan pertukaran oksigen terjadi langsung antara udara dan darah mereka. Tidak seperti mamalia, mereka tidak memiliki diafragma dan menggunakan air untuk mengganti udara lama dengan udara segar setiap kali mereka bernapas. Dengan demikian, kemampuan mereka untuk bernapas di udara saat berada di luar air terbatas. Mereka tampaknya bernapas di udara lebih sering saat berenang aktif.

Ikan gabus merupakan ikan konsumsi penting, terutama di India, Asia Tenggara, Cina, dan dalam skala yang lebih kecil di Afrika. Ikan ini telah ditangkap dalam skala besar selama berabad-abad. Dalam beberapa dekade terakhir, spesies tertentu (C. maculata, P. obscura, C. striata, C. argus) telah dibudidayakan untuk dikonsumsi. Terkadang ikan ini digunakan oleh peternak ikan untuk mengurangi populasi "ikan hama" seperti ikan nila.

Di Asia Tenggara, pasar seringkali dipenuhi dengan ikan gabus. Nelayan dan pedagang memanfaatkan kemampuan ikan ini untuk bertahan hidup hanya dalam lapisan air yang tipis. Ini berarti ikan segar dapat ditawarkan sepanjang hari, sebuah keuntungan yang bagus dalam kondisi pasar yang hangat dan tidak selalu higienis.

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa ikan gabus mengandung zat antiinflamasi alami. Selain itu, diketahui bahwa ikan gabus memiliki kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi, yang memiliki efek analgesik. Minyak ikan juga memiliki efek positif dalam pencegahan penyakit kardiovaskular dan kanker.

Ikan gabus adalah ikan predator yang memakan plankton, serangga, dan siput saat masih muda. Saat tumbuh lebih besar, spesies yang lebih besar beralih ke menu yang sebagian besar terdiri dari ikan, katak, kepiting, udang, mamalia air kecil, dan unggas air. Spesimen muda biasanya berburu dalam kelompok. Ketika mencapai kematangan seksual, mereka mengisolasi diri untuk menjalani kehidupan soliter atau hidup berpasangan. Mereka kemudian mengembangkan tingkat agresi yang lebih tinggi terhadap sesama spesies dan seringkali juga terhadap ikan lain. Seringkali pasangan ikan gabus tidak akan mentolerir ikan lain di ruang terbatas akuarium.

Ikan gabus bukanlah perenang aktif. Selain berburu, mereka hanya aktif bergerak untuk menghirup udara dari permukaan. Biasanya, mereka berenang di lapisan air tengah atau beristirahat di dasar untuk menyerang dari balik persembunyian. Namun, sejumlah spesies bersifat pelagis dan merupakan perenang yang lebih aktif. Semua ikan gabus mampu meluncurkan diri ke depan dari posisi diam dengan melengkungkan tubuh berotot mereka secara singkat dan meregangkannya dengan kuat.

Perawatan anak merupakan ciri perilaku penting bagi ikan gabus. Semua spesies menjaga dan mempertahankan telur serta anak-anaknya dengan gigih. Sebagian besar spesies bertelur yang akan naik ke permukaan dan dijaga di sana. Sejumlah spesies yang lebih kecil mengumpulkan telur-telur ini dan menyimpannya di dalam liang yang mungkin telah digali atau belum. Sejumlah spesies mengerami telur di dalam mulut.

Ikan gabus merupakan ikan yang populer – dan unik – di kalangan kelompok spesialis pemelihara akuarium. Gabus adalah ikan yang elegan, kuat, waspada, dan tenang, dengan karakter yang keras kepala. Komunikasi timbal balik, teknik berburu, dan perawatan anak sangat menarik. Beberapa pemelihara akuarium mengkhususkan diri dalam memelihara spesies terbesar dan memiliki pengalaman seperti memelihara hewan peliharaan. Beberapa spesies langka dan beraneka ragam (seperti C. barca) termasuk di antara ikan akuarium paling berharga di pasaran.

Ikan gabus seringkali memiliki pola dan warna yang berubah seiring pertumbuhannya. Kecuali spesies kerdil, ikan muda dari sebagian besar spesies memiliki corak dan warna yang jauh lebih indah daripada ikan yang sudah tua. Seiring bertambahnya usia, warna dasar mereka biasanya menjadi lebih kusam. Beberapa penghobi akuarium kehilangan minat pada ikan gabus seiring pertumbuhannya. Oleh karena itu, bijaksana untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum membeli.

Sebagai predator, ikan gabus pada dasarnya bukanlah pilihan yang cocok untuk akuarium komunitas biasa. Mereka tidak toleran dan biasanya segera menjadi satu-satunya ikan di akuarium tersebut. Akuarium khusus diperlukan untuk memelihara ikan gabus. Para pemelihara akuarium memiliki pengalaman yang berbeda dalam hal mencampur ikan gabus dengan ikan lain. Sebagian besar spesies sebaiknya dipelihara sendirian. Menggabungkan ikan gabus dengan ikan lain yang teritorial atau agresif tidak disarankan. Ikan gabus yang terintimidasi akan bersembunyi, mencoba melarikan diri, dan menolak untuk makan. Sejauh mana ikan lain dapat ditoleransi di habitat kecil akuarium sangat bergantung pada spesiesnya, tetapi di dalamnya mungkin juga bergantung pada spesimen individu dan situasi spesifiknya.

Channa striata lebih menyukai perairan dangkal, dengan kedalaman antara 1 dan 2 meter, dan jarang ditemukan di kedalaman lebih dari 10 meter. Channa striata ditemukan di hampir semua habitat yang tersedia, kecuali air payau. Di daerah dengan periode kering dan basah, mereka dapat menginvasi daerah yang tergenang dan bermigrasi ke air jika habitat mengering. Spesimen muda hidup dan berburu bersama. Seiring bertambahnya usia, mereka mengisolasi diri untuk hidup menyendiri. Selama periode perkembangbiakan (biasanya 2 kali setahun) mereka berpasangan. Sepasang akan tetap bersama selama periode perkembangbiakan dan mungkin lebih lama.

Channa striata memiliki penglihatan yang baik, tetapi sering ditemukan di habitat dengan penglihatan yang buruk. Seperti kebanyakan ikan, mereka mampu mendeteksi zat kimia di dalam air. Seperti kebanyakan ikan, tubuh mereka sensitif sehingga mereka dapat mendeteksi variasi tekanan air dan menemukan makanan serta objek bergerak lainnya. Kemungkinan sesama spesies dapat saling mendeteksi melalui feromon dan sinyal kimia lainnya. Channa striata adalah ikan predator. Ikan dewasa sebagian besar hidup dengan memangsa ikan lain. Kanibalisme terjadi ketika terjadi kekurangan makanan.

Sebagai ikan pangan penting, Channa striata dikenal sebagai inang bagi beberapa parasit, terutama inang sementara Gnathostoma spinigerum . Larva parasit ini menginfeksi cyclops, yang merupakan bagian dari makanan spesimen muda. Larva tersebut dapat bertahan hidup setelah dikonsumsi. Konsumsi ikan mentah atau setengah matang oleh manusia dapat menyebabkan parasit yang masih hidup menyebar ke seluruh tubuh manusia, yang dapat menyebabkan luka fatal. Bukan hanya Channa striata yang menjadi inang, ikan lain, bebek, dan bahkan ayam dari daerah tropis juga dapat menjadi inang parasit ini.

Ukuran Channa striata, kecepatan pertumbuhannya, serta jumlah makanan dan ruang berenang yang dibutuhkan membuat spesies ini sebenarnya tidak cocok untuk akuarium. Pengalaman menunjukkan bahwa anakan Channa striata biasanya dapat dipelihara bersama dengan ikan lain yang cepat dan kuat dengan ukuran serupa, dengan syarat mereka tumbuh bersama. Ikan yang baru ditambahkan seringkali mati, terlepas dari ukurannya. Cepat atau lambat, penghuni akuarium lainnya mungkin akan mengalami nasib yang sama setelah pasangan terbentuk.

Akuarium harus memiliki area yang cukup dengan vegetasi lebat, tempat persembunyian, dan area gelap. Akuarium kosong dan lampu terang tentu saja berkaitan dengan air terbuka di permukaan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap predator dan menyebabkan stres.

Suhu dapat diatur pada 23-27 derajat Celcius. Tingkat kesadahan dan nilai pH tidak terlalu penting jika kondisi ekstrem dihindari. Merupakan kesalahpahaman bahwa ikan yang bernapas menggunakan udara hidup di air yang stagnan dan tercemar, dan bahwa air bersih tidak diperlukan di akuarium. Meskipun sebagian besar ikan gabus dapat mentolerir berbagai kondisi air, sebagian besar akan kesulitan bertahan hidup ketika air menjadi tercemar atau mengalami perubahan mendadak (misalnya, pergantian air secara besar-besaran). Banyak ikan gabus mati karena pergantian air yang terlalu besar atau dimasukkan ke akuarium secara tiba-tiba. Filtrasi yang baik sangat diperlukan, terutama mengingat beban yang ditimbulkan oleh jumlah makanan hewan. Pergantian air 15% per minggu direkomendasikan.


Ikan gabus adalah ahli melarikan diri yang hebat. Dengan tubuhnya yang berotot, mereka dapat meremas diri keluar melalui celah terkecil dan juga mendorong penutup akuarium ke atas. Akuarium yang tertutup rapat dengan penutup yang diberi pemberat sangat diperlukan. Harus ada juga ruang yang cukup antara penutup dan permukaan air agar mereka dapat bernapas. Ikan gabus yang tidak dapat menghirup udara akan tenggelam.

Di alam, induk akan membuat ruang yang bersih dengan menghilangkan semua tumbuhan. Telur diletakkan dan mulai naik ke permukaan. Kedua induk menunjukkan perawatan parental. Dalam 1 hingga 3 hari telur menetas. Perawatan parental berlangsung selama 4-6 minggu. Setelah periode ini, anak-anak yang belum menjauh dari induknya berisiko dimakan oleh induknya. (Aqua Info)





Sejarah Channa Pulchra

Channa pulchra  direkomendasikan untuk pemula yang ingin memulai   hobi   memelihara ikan predator. Perawatannya terbilang mudah. Meski demi...